Selasa, 15 Januari 2013

Biaya Overhead Pabrik (BOP)



I. PENGERTIAN BOP
      Biaya Overhead Pabrik adalahsemua biaya bahan baku dan tenaga kerja tidak langsung atau dapat disebut juga biaya yang timbul akibat pemakaian fasilitas untuk mengolah barang supaya jadi. Misalnya mesin, alat-alat, tempat kerja, dan lain-lain yang sifatnya kecil dengan harga atau biaya murah.

II. MANFAAT TARIF BOP

   1. Menyusun anggaran BOP

       Dalam menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingkat kegiatan yang akan dipakai sebagai dasar penaksiran BOP. Ada tiga macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP antara lain:

a. Kapasitas Praktis, adalah volume produksi maksimum yang dapat dihasilkan oleh pabrik.

b. Kapasitas Normal, adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang.

c. Kapasitas Sesungguhnya yang Diharapkan, adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang.


   2. Memilih dasar pembebanan BOP kepada produk

      Memilih dasar yang akan dipakai untuk membebankan secara adil BOP kepada produk. Dasar pembebanan disebut juga dengan satuan kegiatan atau satuan penghitung yaitu satuan yang dipakai untuk mengetahui jumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh bagian produksi dan bagian jasa dalam rangka proses produksi. Satuan kegiatan ini sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran BOP karena pada prinsipnya BOP merupakan hasil perkalian antara satuan kegiatan dengan tarif BOP.

Dasar-dasar yang dipakai sebagai satuan kegiatan untuk membebankan BOP kepada produk, antara lain:

a. Satuan produk
Metode ini merupakan metode yang paling sederhana dan langsung membebankan BOP kepada produk. Beban BOP untuk setiap produk dihitung dengan Rumus berikut:

Tarif BOP persatuan =    Taksiran BOP : Taksiran jumlah satuan produk
Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk.

b. Biaya bahan mentah

Jika BOP yang dominan bervariasi dengan nilai bahan mentah (misal biaya asuransi bahan baku), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya kepada produk adalah biaya bahan baku yang dipakai. Rumus perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP : Taksiran biaya bahan mentah yang dipakai

c. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Jika sebagian besar elemen BOP mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah TKL (contoh pajak penghasilan atas upah karyawan yang ditanggung perusahaan), maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah biaya TKL.
Rumus perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP : Taksiran biaya Tenaga Kerja langsung
d. Jam Tenaga Kerja Langsung (JTKL)

Oleh karena ada keterkaitan yang sangat erat antara biaya TKL dengan jumlah jam kerja langsung, maka BOP dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung.
Rumus perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:

Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP : Taksiran JTKL


e. Jam Mesin

Apabila BOP bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (contoh bahan bakar atau listrik dipakai untuk menjalankan mesin), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya adalah jam mesin. Rumus perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP : Taksiran Jam Kerja Mesin
3. Menghitung tarif BOP

Setelah anggaran BOP selesai disusundan ditentukan besar satuan kegiatan, maka langkah terakhir adalah menghitung tarif BOP dengan rumus sebagai berikut:
Rumus:

Jumlah BOP dianggarkan = Tarif BOP × Tingkat kegiatan yang direncanakan
III. PENGGOLONGAN BOP ATAS DASAR TINGKAH LAKU BIAYA
1. Biaya Tetap adalah Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan / aktivitas sampai tingkat tertentu.

Karakteristik:

    · Biaya satuan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, makin tinggi volume kegiatan makin rendah biaya satuan, dan sebaliknya.

    · Contoh BOP tetap: biaya asuransi pabrik, biaya penyusutan aktiva tetap, gaji staff pabrik dan mandor.


2. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan makin besar volume kegiatan makin besar pula jumlah total biaya variable, dan sebaliknya.

Karakteristik:

    · Pada biaya variable, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan (konstan)

    · Contoh BOP variable, misalnya: BBP, sebagian BTKTL, BB, dll biaya overhead variable.


3. Biaya Semi Variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Makin besar volume kegiatan makin besar jumlah total biaya, makin kecil volume kegiatan makin kecil pula jumlah total biaya, tapi perubahannya tidak sebanding.

Karakteristik:

    · Pada biaya semi variable, biaya satuan berubah terbalik dihubungkan perubahan volume tapi sifatnya tidak sebanding sampai dengan tingkatan kegiatan tertentu, makin tinggi volume kegiatan rendah biaya satuan, makin rendah volume kegiatan makin tinggi biaya satuan.

    · Contoh BOP semi Variabel, misalnya: biaya pembangkit listrik, biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya pengobatan karyawan pabrik.


IV. PENGGUNAAN ANGGARAN FLEKSIBEL UNTUK TARIF BOP
       Jika tingkat aktivitas denominator telah dipilih, anggaran fleksibel dapat digunakan untuk menentukan jumlah total biaya overhead pada tingkat aktivitas tersebut. Kemudian biaya overhead yang ditentukan dimuka, dapat dihitung dengan menggunakan rumus dasar sebagai berikut :
Tarif BOP yang ditentukan di muka = BOP anggaran fleksibel pada tingkat aktivitas denominator tingkat aktivitas denominator


       Jadi, anggaran fleksibel berperan dalam menentukan jumlah biaya overhead tetap dan variabel yang akan dibebankan ke unit produk.


V. PERBEDAAN ANTARA BIAYA SERAPAN DAN BIAYA VARIABEL
  •  Biaya serapan
          Biaya Penyerapan merupakan penetapan biaya Costing. Memperlakukan semua biaya produksi sebagai biaya produk. Dalam penyerapan biaya, sebagian dari biaya overhead manufaktur tetap dialokasikan ke setiap unit produk.


  • Variabel Costing
           Variabel biaya hanya mencakup biaya produksi variabel dalam biaya produk. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya produksi variabel overhead yang biasanya akan dimasukkan dalam biaya produk di bawah biaya variabel. Overhead pabrik tetap tidak diperlakukan sebagai biaya produk dengan metode ini. Sebaliknya, biaya overhead manufaktur tetap diperlakukan sebagai biaya periode dan dibebankan terhadap pendapatan setiap periode.

3 komentar: